Banjir Pakistan Menewaskan Ribuan Orang

Banjir Pakistan Menewaskan Ribuan Orang

Banjir Pakistan Menewaskan Ribuan Orang – Banjir menjadi salah satu bencana alam yang bisa saja karena alam ataupun ulah manusia itu sendiri. Kemunculan bencana banjir khususnya di Pakistan menewaskan berbagai orang. Sudah banyak korban yang tercatat meninggal karena kemunculan banjir ini, bahkan mencapai angka ribuan dan bisa bertambah.

Bangunan yang ada di sekitar daerah Pakistan sudah hancur menjadi berkeping-keping. Lembah Manoor yang ada di pegunungan Kaghan dimana menjadi tujuan wisata yang ada di Pakistan juga terdampak. Pasalnya karena banjir ini menewaskan setidaknya 15 orang termasuk didalamnya anak-anak maupun perempuan.

Hujan yang terjadi secara terus menerus membuat bencana banjir bandang ini semakin meningkat. Infrastruktur yang ada telah hancur ditambah lahan pertanian warga juga hilang ditelan oleh air. Puluhan ribu rumah, jembatan serta juga terkena imbas dari bencana banjir ini.

Menurut laporan, kurang lebih 450.000 telah dipindahkan pada kamp penampungan. Sebanyak kurang lebih 118.000 orang dievakuasi sebagian besar yang terkena dengan dampaknya. Banjir tersebut didata telah merusak lebih dari 1,1 juta rumah dengan kurang lebih 370.000 rumah hancur total.

Warga yang terdampak saat ini sedang meminta pertolongan dari berbagai pihak. Mereka membutuhkan obat-obatan serta meminta tolong untuk membangun jembatan. Jalan yang dilewati juga sudah rusak di beberapa titik akibat dari banjir serta tanah longsor yang terjadi.

Saat terjadinya masalah banjir tersebut, mereka berusaha untuk tetap berkomunikasi dengan warga lainnya. Langkah yang diberikan dengan melempar selembar kertas ke arah sebrang sungai. Kertas tersebut dikemas dengan plastik berisi batu dan melempar ke tepi sungai.

Kebanyakan isi dari surat tersebut tentang kerugian yang sedang dialami ditambah dengan permintaan makanan. Obat-obatan juga dibutuhkan bagi warga yang mengalami terdesak. Sudah banyak warga yang meniggalkan desa dengan berjalan kaki yang memakan waktu kurang lebih 8 hingga 9 jam.

Sudah banyak orang yang kehilangan harta benda serta penghasilan dari barang yang hanyut. Pasar yang ada di sekitar juga hanyut, padahal pasar tersebut menyediakan semua makanan untuk memenuhi kebutuhan saat banjir bandang ini. Banyak toko serta hotel mengenai air langsung sehingga terendam oleh banjir bandang tersebut.

Semua orang saat ini sudah pasrah dengan keadaan yang terjadi dengan kemunculan banjir bandang tersebut. Bahkan ada warga yang sudah tidak memiliki harapan unutk menghidup kedua anaknya. Mereka berpikir bahwa fakir yang memiliki keluarga besar untuk diberikan makan agar melangsungkan kehidupannya.

Keluh kesah dari masyarakat bahwa pejabat pemerintah serta politikus hanya untuk senang-senang. Pasalnya mereka hanya berfoto, datang dan langsung pergi. Kekecewaan masyarakat semakin meningkat dimana mereka tidak membantu masalah warga yang semakin parah tersebut.

Banjir besar ini dipicu karena musin hujan dan curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang tinggi ini adalah pemecahan rekor selama satu abad ini. Mentri Perubahan Iklim Pakistan mengatakan bahwa wilayah yang sudah terendam banjir mencapai sepertiga, banner bandang ini diakibatkan luapan sungai Indus.

Curah hujan tinggi 73 persen dari biasanya dan intensitas 37,5 sentimeter hanya dalam satu hari. Hujan deras mengakibatkan setidaknya 20 bendungan jebol, hal ini akan menambah debit air yang merendam daratan.

Pakistan termasuk negara yang paling rentan akan terjadinya bencana banjir. Sehingga sudah mengakibatkan kekurangan persedian pangan. Karena hampir separuh lahan pertanian terendam banjir. Serta jumlah ternak mati sudah mencapai angka 733 ribu.

Musibah yang terjadi mulai dari pertengahan bulan Juni hingga September lebih dari 1.200 orang tewas dan termasuk 416 anak-anak dan 6.000 orang mengalami luka-luka. Keadaan darurat ini membutuhkan pertolongan dari berbagai pihak untuk sama-sam bergerak membantu korban.

Mentri Perencanaan mengatakan kerugian ekonomi yang ditanggung cukup besar. Kerugian yang diperhitungkan sudah mencapai 10 miliar dollar dan akan terus naik dengan keadaan penanggulangan banjir. Karena bencana banjir bandang ini, banyak orang yang kehilangan mata pencaharian. Karena terendamnya ladang seperti padi dan kapas rusak akibat banjir, kehilangan ladang kapas hingga 45 persen.

Selain kerugian warga yang mengungsi juga terkena penyakit yang disebabkan oleh air banjir yang kotor. Wabah penyakit tersebar melalui air, penyakit yang ditimbulkan adalah diare, penyakit kulit seperti gatal-gatal dan ruam pada kulit hingga infeksi mata. Kasus diare meningkat dalam satu hari di provinsi yang paling parah terkena banjir.

Beberapa wilayah di Pakistan sudah terus surut, namun beberapa bagian juga masih terendam banjir. Kamp- kamp medis didirikan di dekat pengungsian warga untuk membantu mengobati para pasien. WHO juga turun tangan dan meningkatkan pengawasn diare akut terhadap korban banjir. Penyakit lain seperti kolera dan yang menular ditangani dengan memberikan fasilitas-fasilitas medis.

Tidak hanya penyakit diare, penyakit kulit namun trauma yang dirasakan para korban banjir terasa, seperti yang dikatakan para dokter yang menengani. 6,4 juta korban banjir memerlukan bantuan kemanusiaan. Terdapat wanita hamil sebanyak 650 ribu diberbagai daerah yang dilanda banjir dan 73 ribu yang akan melahirkan. Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil memerlukan makanan bergizi sebagai keperluan nutri tumbuh kembang anak di dalam rahim.

Bantuan yang sudah disalurkan adalah dari Amerika Serikat sebanyak 30 juta US dollar. Selain Amerika, negara China juga mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir. Pesawat militer membawa 3000 unit tenda sebagai sarana untuk pengungsi, 50.000 selimut dan alas tidur tahan air. Selain barang China juga memberikan 300.000 dolar AS.